Tipe-Tipe Anestesi

Anestesi dipergunakan untuk membuat pasien kehilangan kesadaran atau kehilangan sensasi akan bagian tubuh tertentu. Prosedur ini umumnya dilakukan dalam proses pembedahan.

Tipe-tipe atau jenis anestesi yang akan diberikan kepada pasien tentunya sangat tergantung pada area serta jenis pembedahan yang akan dilakukan, riwayat kesehatan pasien, serta pilihan pribadi dari pasien dan anestesiologist sendiri.

tipe-tipe anestesi

Ada 4 tipe anestesi yang bisa ditemukan, yaitu:

  1. Anestesi umum

Anestesi umum atau sering juga disebut bius total dilakukan untuk membuat pasien menjadi tidak sadar sepenuhnya selama proses pembedahan berlangsung, serta tidak memiliki ingatan apapun mengenai proses pembedahan.

Anestesi umum ini dipergunakan pada jenis pembedahan seperti operasi jantung, paru-paru, dan operasi lutut.

Anestesi umum diberikan kepada pasien melalui 2 cara yaitu:

  • Menggunakan infus. Obat akan diberikan dengan suntikan melalui infus. Metode ini merupakan metode paling cepat dalam memberikan anestesi, dimana sang pasien akan tertidur dalam waktu 10 hingga 20 detik sejak pemberian obat.
  • Menggunakan masker, dimana pasien akan menghirup gas anestesi melalui masker yang dipasang di atas hidung dan mulut. Jenis pemberian anestesi ini lebih umum diberikan untuk anak-anak.

Selama proses operasi, kadar anestesi yang diberikan akan dikontrol dan disesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Setelah operasi selesai, anestesiologist akan membalikkan efek anestesi untuk membangunkan pasien.

  1. Anestesi lokal

Anestesi lokal atau sering juga disebut dengan istilan bius lokal merupakan upaya untuk memblok sensasi dan rasa sakit pada bagian tubuh tertentu.

Jenis anestesi ini tidak mempengaruhi kesadaran pasien. Anestesi lokal dapat dipergunakan untuk berbagai prosedur pembedahan, namun paling umum dipergunakan untuk operasi mata, prosedur perawatan gigi, biopsi, vasektomi, dalam proses menjahit luka kecil, dan berbagai operasi minor lainnya.

Anestesi lokal umumnya diberikan dengan cara:

  • Suntikan
  • Menggunakan semprotan atau krim. Untuk anestesi dalam bentuk semprotan biasanya menggunakan cocaine untuk menghilangkan sensasi pada bagian dalam hidung dan tenggorokan. Sementara untuk mengangkat benjolan atau daging tumbuh biasanya dipergunakan anestesi dalam bentuk krim.

Untuk prosedur yang lebih rumit, anestesi lokal akan diberikan bersamaan dengan obat penenang. Pemberian obat penenang akan membuat pasien merasa lebih rileks dan nyaman, tanpa membuat pasien tertidur.

  1. Anestesi regional

Anestesi regional merupakan upaya untuk memblok sensasi rasa sakit pada sebagian besar anggota tubuh.

Jenis anestesi ini umumnya diberikan untuk prosedur yang lebih kompleks dan rumit misalnya operasi kaki, operasi prostat, dan operasi caesar. Dalam prosedur seperti ini, pasien akan tetap terjaga namun tidak mampu merasakan sebagian dari anggota tubuhnya.

Anestesi regional ini sendiri terdiri dari beberapa jenis yaitu:

  • Anestesi spinal

Anestesi spinal merupakan prosedur dimana obat anestesi disuntikkan kedalam cairan yang berada disekeliling spinal cord. Setelah disuntikkan obat anestesi tadi akan bercampur dengan cairan spinal di punggung bagian bawah dan membuat urat syaraf yang terkena kontak kehilangan sensasi atau mati rasa.

  • Anestesi epidural

Anestesi epidural merupakan prosedur dimana obat anestesi disuntikkan ke dalam area epidural dengan menggunakan jarum suntik atau kateter. Anestesi epidural dapat disuntikkan pada area yang berbeda mulai dari leher hingga tulang ekor, sesuai dengan kebutuhan.

  • Nerve block

Nerve block merupakan prosedur dimana obat anestesi disuntikkan ke area sekitar kumpulan urat syaraf tertentu untuk memblokir rasa sakit pada area tersebut. Contoh penggunaan nerve block adalah adductor canal nerve block yang dilakukan untuk operasi lutut dan supraclavicular nerve block untuk operasi lengan.

  1. Sedation anesthesia

Sedation anesthesia atau anestesi dengan menggunakan obat penenang pada umumnya dilakukan untuk melengkapi anestesi lokal dan regional dengan tujuan agar pasien merasa lebih nyaman dan rileks.

Ada 3 tingkatan sedation anesthesia yaitu:

  • Minimal sedation

Pada tingkat ini, pasien akan merasa lebih rileks namun tetap terjaga dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dokter

  • Moderate sedation

Pada tingkat ini, pasien umumnya akan tertidur selama prosedur berlangsung namun dapat dengan mudah dibangunkan dengan sentuhan

  • Deep sedation

Pada tingkat ini, pasien akan tertidur lelap selama prosedur berlangsung dan tidak akan mengingat apapun mengenai prosedur yang telah dilakukan, mirip dengan anestesi umum.

Leave a Reply